Evaluasi Dampak Program READSI, Dinas Pertanian Luwu Utara Gelar Knowledge Sharing Meeting

FOTO : Knowledge Sharing Meeting di Aula Bappelitbangda Kabupaten Luwu Utara.(Kapitanews.id/Erwin)

LUWU UTARA, Kapitanews.id – Dinas Pertanian Luwu Utara (Lutra) menggelar Knowledge Sharing Meeting di Aula Bappelitbangda Kabupaten Luwu Utara, Kamis (07/03/2024).

Diselenggarakan, mengingat tahun 2024 ini merupakan tahun ke 5 (Lima) pasca berjalannya Program Rural Empowerment Agricultural Development Scaling-Up Initiative (READSI) di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Luwu Utara.

Kegiatan ini, dibuka Kepala Bapperida, Drs. H. Aspar, selaku Ketua Steering Committee Program READSI Luwu Utara dan dihadiri para District Programme Management Office (DPMO) Lutra dan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kabid Penyuluhan Pertanian Luwu Utara, Arman menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada para petani.

“Knowledge Sharing Meeting ini dilaksanakan sebagai metode terbaru, upaya untuk memberikan edukasi kepada para petani,” kata Arman.

Sekretaris Dinas (Sekdis) Pertanian Luwu Utara, Made Sudana, menyebutkan kehadiran program READSI di Luwu Utara betul-betul memberikan dampak yang positif.

“Alhamdulillah kita bersyukur, pertumbuhan ekonomi di Luwu Utara mencapai 5,12 persen. Itu disumbang 50 persen kontribusi dari sektor pertanian dan perikanan,” ujar Made Sudana.

“Tentu, ini semua adalah dampak positif yang dihadirkan READSI. Maka dari itu, melalui Knowledge Sharing Meeting ini, kita berharap, para penyuluh betul-betul berkolaborasi dengan fasilitator desa dan memaksimalkan upaya memotivasi petani-petani,” tambahnya.

Sehingga nantinya, saat program READSI sudah tidak lagi ada, para petani bisa mandiri melakukan pengembangan sektor pertaniannya melalui aktivitas bersama, kegiatan berkelompok.

Diketahui, Knowledge Sharing Meeting merupakan kegiatan berbagi pengalaman, pengetahuan dan cerita sukses dari petani dampingan program READSI.

Turut hadir para kepala desa di Luwu Utara, fasilitator, penyuluh pertanian lapangan, serta keterwakilan dari seluruh kelompok tani dampingan READSI se-Kabupaten Luwu Utara.

Baca juga berita di Google News