Diisukan Jadi Korban Pembegalan di Kecamatan Rongkong, Nirwana Lindang Tanggapi Seperti Ini

Nirwana Lindang, seorang Guru di SDN 062 Kanandede, Kecamatan Rongkong Kabupaten Luwu Utara. Foto: Kapitanews.id/Ewn

LUWU UTARA, Kapitanews.id – Nirwana Lindang (54), Guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) 062 Kanandede, Kecamatan Rongkong Kabupaten Luwu Utara angkat bicara soal isu dirinya menjadi korban pembegalan.

Sebelumnya, isu yang dikabarkan menimpa seorang guru ini, banyak diedarkan oleh para pengguna sosial media, di Luwu Utara khususnya, sejak hari Jumat (22/03/2024) lalu.

Olehnya itu, Nirwana dengan tegas membantah adanya hal tersebut. “Saya sama sekali tidak dibegal,” kata seorang guru ini saat dikonfirmasi oleh awak media Kapitanews.id di rumahnya, Dusun Benteng Kelurahan Salassa Kecamatan Baebunta, Senin (01/04/2024).

Ia menjelaskan bahwa kronologis kejadian, ia bersama seorang anaknya yang bernama Fatma Marsim (24) sementara dalam perjalanan pulang dari sekolah tempat mengajarnya menuju ke rumahnya yang terletak di Kecamatan Baebunta.

Lebih lanjut, Nirwana menyampaikan jika diwaktu itu, saat dalam perjalanan, di sekitaran Kecamatan Rongkong Desa Kanandede, Dusun Salu Batu Papan tepatnya, ia bersama anaknya melihat ada seorang pengendara motor yang parkir di badan jalan namun saja, tidak ada orang lain di lokasi tersebut.

Sontak saja, kata Nirwana, karena naluri seorang perempuan (takut), dirinya bersama sang anak pun balik arah lalu menancap gas motornya.

“Kejadiannya itu pas hari Jumat (22/03/2024) dua minggu yang lalu, saat diperjalanan dari sekolah, tujuan pulang ke rumah, disekitaran Salu Batu Papan saya bersama anak saya ini melihat ada satu orang yang berada di atas motornya, parkir ditengah jalan tapi tidak ada seorang pun di lokasi kecuali pemilik motor itu, jadi karena rasa takut, kami langsung balik arah dan kasih jalan kendaraan dengan kecepatan tinggi,” jelasnya.

“Jadi terus terang saja, saya kaget pas dapat kabar tentang isu saya dan anak saya pernah dibegal, dan itu banyak di sosial media. Sekali lagi kami sampaikan, informasi itu tidak benar adanya,” terang Nirwana.

“Saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Luwu Utara khususnya atas adanya informasi tentang dirinya saya pernah dibegal, pada waktu itu, saya hanya takut karena tiba-tiba ada motor yang tinggal di tengah jalan, makanya itu saya kembali. Jadi untuk itu, jika ada yang terganggu aktivitasnya karena ucapan saya, saya meminta maaf karena betul-betul saya tidak pernah dibegal,” kuncinya.(*)

Baca juga berita di Google News